Pada tahun 2005, sebuah penelitian mulai mengevaluasi mekanisme kerja CJC-1295 pada subjek dengan immunodeficiency virus (HIV) yang berhubungan dengan obesitas visceral. Dalam penelitian ini, subjek akan diberikan CJC-1295 selama 3 bulan dan diikuti dengan masa tindak lanjut selama 6 minggu. Namun, penelitian ini dihentikan selama proses perekrutan, dan tidak ada hasil terkait yang dipublikasikan.
Menurut sebuah penelitian di Norwegia, pada tahun 2009 suatu senyawa diserahkan untuk dianalisis guna mengevaluasi apakah senyawa tersebut mengandung zat terlarang atau tidak. Para peneliti dari Laboratorium Pengendalian Doping Norwegia dan Sekolah Farmasi melaporkan bahwa zat ini adalah CJC-1295. Dalam artikel yang diterbitkan mereka menyimpulkan bahwa "CJC-1295 adalah faktor pelepas hormon pertumbuhan".






